Tampilkan postingan dengan label Entertainment. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Entertainment. Tampilkan semua postingan

Jumat, 25 Desember 2009

'Balibo Five'


Hanya sejam sebelum tayang, Lembaga Sensor Film (LSF) melarang film itu diputar.



VIVAnews - Di menit-menit terakhir, rencana penayangan film kontroversial, 'Balibo Five' di sebuah bioskop di Jakarta kemarin, Selasa 1 Desember 2009, batal dilakukan.

Hanya sejam sebelum tayang, Lembaga Sensor Film (LSF) melarang pemutaran film karya sutradara Robert Connolly yang mestinya tayang perdana hari itu.

Pelarangan LSF terhadap pemutaran perdana Balibo Five yang dilakukan Jakarta Foreign Correspondents Club juga berarti film tersebut tak akan diputar di Jakarta Internasional Film Festival (JiFFest) yang akan diselenggarakan 4-12 Desember 2009.

Direktur JiFFest, Lalu Rois Amri menyayangkan pelarangan itu, meski demikian pihaknya terus berusaha agar Balibo Five bisa ditonton oleh publik di Indonesia.

"Pada dasarnya kami tidak diperbolehkan untuk memutar fil tersebut, Tapi, saya masih menunggu penjelasan resminya," kata Lalu Rois Amri seperti dimuat laman ABC News.

'Balibo Five' menceritakan pembunuhan lima wartawan Australia di Timor Timur (sekarang Timor Leste) pada 1975.

Film tersebut dirilis di Australia awal tahun ini, hanya seminggu sebelum Kepolisian Australia (AFP) mengumumkan mereka akan membuka kembali penyelidikan kasus tersebut.

Meski sepi di Indonesia, isu Balibo Five kembali ramai di Australia. Apalagi, setelah Kepolisian Federal Australia (AFP) membuka kembali kasus kasus dugaan kejahatan perang tersebut pada 20 Agustus 2009.

Menurut Australia, Gary Cunningham, Malcolm Rennie, Greg Shackleton, Tony Stewart, dan Brian Peters diduga dieksekusi oleh pasukan khusus TNI pada Oktober 1975. Tujuannya,agar mereka tak menyiarkan secara detil invasi Indonesia atas Timor Timur.

Beberapa petinggi TNI diincar atas dugaan keterlibatannya dalam kematian lima wartawan tersebut, dua diantaranya masih hidup.

Sejumlah mantan petinggi TNI diduga terlibat, termasuk Yunus Yosfiah, anggota Komisi Keuangan dan Anggaran Dewan dari Fraksi PPP.

Nama-nama lain yang disebut adalah Benny Moerdani, Dading Kalbuadi, dan Cristoforus da Silva. Benny dan Dading telah meninggal dunia.

Pembukaan kasus Balibo sangat mengejutkan bagi Indonesia. Sebab, pemerintah jauh-jauh hari telah menyatakan tak ada pembunuhan, kelima wartawan tersebut tewas dalam baku tembak antara TNI dan tentara pro kemerdekaan Timor Timur. Kasus Balibo, bagi Indonesia, telah ditutup.

"Kami melihat kasus ini sudah selesai, sudah tutup. Tidak ingin membukanya lagi, kasus ini sudah ditutup," kata Juru Bicara Departemen Luar Negeri, Teuku Faizasyah kepada VIVAnews, Kamis 10 September 2009.

Apalagi, tambah Faizasyah, pembicaraan khusus dalam konteks klarifikasi sudah dilakukan terkait peristiwa Balibo.

Dijelaskan Faizasyah, tak ada pembunuhan dalam peristiwa yang terjadi pada 16 Oktober 1975.

"Ini dalam kondisi peperangan, penyebab kematiannya karena terjebak di dalam peperangan," tambah dia.

Dengan memasukkan nama-nama sejumlah jenderal, Indonesia mempertanyakan sikap Australia yang menunjukan penghakiman.

"Sikap-sikap menghakimi secara serta merta. Dan satu hal kita yakini adalah dampak dari. Itu sudah menghakimi," tambah dia.
• VIVAnews

Rabu, 14 Oktober 2009

TPI dinyatakan pailit


PT Cipta Televisi Pendidikan Indonesia (TPI) akhirnya dinyatakan pailit oleh pengadilan. Putusan pengadilan ini berdasarkan gugatan permasalahan utang yang diajukan Crown Capital Global Limited.

"Gugatan pemohon dikabulkan, PT Cipta Televisi Pendidikan Indonesia dinyatakan pailit," kata Ketua Majelis Hakim Maryana di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Rabu, 14 Oktober 2009.

Kasus ini bermula saat TPI masih dipegang kendali Siti Hardiyanto Rukmana atau Tutut Soeharto. Tutut meminjam dana sebesar US$50 juta dengan bunga US$ 3 juta pada 16 April 1993 kepada Brunei Investment Agency.

Pada 4 Mei 1993, uang itu akhirnya cair senilai US$25 juta. Tetapi, uang itu cair ke rekening pribadi Tutut Soeharto di Standard Chartered Bank, New York.

Sebelumnya, TPI pernah menghadirkan dua saksi untuk melawan gugatan pailit itu. Saksi yang diajukan pun tidak tanggung-tanggung.

Dua saksi itu yakni Direktur Utama PT Globa Mediacom Budi Rustanto dan Direktur Utama TPI, Erwin Anderson. Awalnya pihak Crown keberatan atas pengajuan kedua saksi.

ismoko.widjaya@vivanews.com
• VIVAnews

sumber : http://bisnis.vivanews.com/news/read/96980...nyatakan_pailit

Sabtu, 03 Oktober 2009

Miyabi ( Maria Ozawa ) Main Film Indonesia



Dari Penulis menjadi aktor. Begitu kira-kira perkembangan karir Raditya Dika. Dalam waktu dekat dia akan bermain film lagi. Lawan mainnya adalah Miyabi. Tapi, penulis dan pemain film Kambing Jantan itu tetap cinta menulis dan mengandalkan kemampuannya itu untuk mendapatkan pendapatan secara tetap.

Maksud Radith adalah proses mixing suara untuk film Maling Kutang. Skenario film produksi Maxima Pictures itu memang ditulis Radith. Pemain utamanya Kinaryosih dan Indra Birowo. Film tersebut bakal rilis awal Oktober mendatang.

Dari subuh itu Radith masih menyambung lagi pekerjaan dengan menulis skenario rencana film Menculik Miyabi. Salah satu bintang utama film tersebut memang bintang porno asal Jepang yang terkenal itu.

Selain menulis skrip, Radith kebagian salah satu peran utama sebagai Raffa. Dialognya nanti seperti apa? "Belum sampai tahap menulis dialog. Ini baru ngomongin story treatment, story line. Waktunya mepet banget karena rencana produksi akhir tahun. Cuma, misalnya pakai dialog, ya mungkin antara Jepang sama Inggris," ujar pria kelahiran Jakarta, 28 Desember 1984 itu saat ditemui di rumahnya, kawasan Kebayoran Baru, Jakarta Selatan.

Yang pasti, Radith tidak akan menjadikan filmnya nanti vulgar. Meskipun ada bintang porno, dia tidak ingin membuat skenario film "esek-esek". Menurut Radith, yang menarik dari sosok Miyabi justru sisi humanisnya. "Yang terpenting kita mau kasih lihat, bintang porno itu manusia juga. Salah satu trik menulis skrip yang benar kan sebenarnya jangan kasih apa yang penonton harapkan. Kalau dia bintang porno, semua orang tahu. Nah di sini justru ditampilkan yang beda," ulasnya.

Dalam kerangka berpikirnya, Miyabi akan dijadikan perempuan dari Jepang yang merantau ke Indonesia untuk berjualan, membuka toko Miyabi Lingerie. Secara tidak sengaja tiga mahasiswa yang berusaha mencari kado untuk ulang tahun perempuan yang mereka kasihi menculik Miyabi. "Begitulah sedikit ceritanya," ujarnya.

Ketika diberi tahu oleh produser Maxima Pictures bahwa Miyabi akan ikut bermain, Radith mengaku sempat shock. Menurut dia, dirinya belum pernah terpikir sedikit pun akan bekerja sama dengan pemilik nama lain Maria Ozawa itu. "Gila saja. Dulu sama teman-teman kita suka tukar-tukaran film dia. Sekarang mau main bareng. Siapa sih yang nggak tahu dia," ungkap sulung dari lima bersaudara itu.

Tawaran menulis skrip sekaligus bermain di film Menculik Miyabi dianggap Radith sebagai kelanjutan karya sebelumnya, Kambing Jantan, yang diadosi dari buku pertamanya.

Radith tidak pernah mengira jalan karirnya akan seperti sekarang. Sama seperti tidak mengiranya tulisan Kambing Jantan pada blog di internet dibaca banyak orang, dibuatkan buku dan menjadi best seller. "Setelah itu jalan seperti terbuka banget. Bikin skenario sampai main film. Jadi banyak orang yang mulai mengenal aku bisa menulis," ucapnya.