Tampilkan postingan dengan label Music. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Music. Tampilkan semua postingan

Minggu, 11 Oktober 2009

Basic Picking Exercise (Lesson Part 2)


Artikel sebelumnya membahas metode melatih picking dengan fokus pada tangan kanan tetapi di variasikan dengan pemindahan nada pada tangan kiri, serta konsep mengembangkan latihan agar lebih variatif. Pada artikel bagian ke-2 ini akan kita bahas sedikit lebih jauh tentang dasar picking dengan menerapkan salah satu tehnik dalam gitar yaitu open string technique (tehnik senar terbuka). Kelebihan tehnik ini, kita dipaksa fokus pada tangan kiri untuk memilih dan memindahkan nada dengan cara tekan-lepas (hammer on – pull off) sementara picking tetap harus bergerak secara konstan. Ini melatih reflek picking untuk tetap bergerak statis karena fokus kita terbagi dua. 

Pada contoh 1 diperlihatkan bentuk dasar open string. Picking tetap statis, tetapi berikan sedikit tekanan (aksen) pada saat menekan nada. Cobalah latihan ini beberapa menit dimulai dari tempo lambat, saya merekomendasikan menggunakan metronome untuk menjaga tempo.

Contoh 1
||-2-0-0-0-|-2-0-0-0-|-2-0-0-0-|-2-0-0-0-||
||---------|---------|---------|---------||
||---------|---------|---------|---------||
||---------|---------|---------|---------||
||---------|---------|---------|---------||
||---------|---------|---------|---------||

Jika contoh 1 sudah dapat anda kuasai cobalah contoh 2. Disini terdapat perpindahan nada yang memaksa kita untuk membagi fokus antara perpindahan nada dengan picking. Saya akan anggap anda sudah mengerti scale, karena pada contoh 2 saya menggunakan E minor scale. Contoh 3 adalah bentuk descending atau kebalikan contoh 2, anda dapat menyambung contoh 2 dengan contoh 3 agar lebih menarik. 

Contoh 2
||-2-0-0-0-|-3-0-0-0-|-5-0-0-0-|-7-0-0-0-|-8-0-0-0-|-10-0-0-0-||
||---------|---------|---------|---------|---------|----------||
||---------|---------|---------|---------|---------|----------||
||---------|---------|---------|---------|---------|----------||
||---------|---------|---------|---------|---------|----------||
||---------|---------|---------|---------|---------|----------||

Contoh 3
||-10-0-0-0-|-8-0-0-0-|-7-0-0-0-|-5-0-0-0-|-3-0-0-0-|-2-0-0-0-||
||----------|---------|---------|---------|---------|---------||
||----------|---------|---------|---------|---------|---------||
||----------|---------|---------|---------|---------|---------||
||----------|---------|---------|---------|---------|---------||
||----------|---------|---------|---------|---------|---------||

Seperti yang selalu saya tekankan, kreatif dan buat variatif. Cobalah contoh-contoh diatas pada semua senar lain di gitar, selain rasa yang berbeda nuansa pun berubah. Tiap senar memiliki warna suaranya sendiri-sendiri. Contoh 4 memperlihatkan variasi lain dari contoh 2 dan 3, picking tetap konstan, scale tetap sama, tehnik juga sama, hanya variasi perpindahan nada.

Contoh 4
||-2-0-0-0-|-3-0-0-0-|-5-0-0-0-|-3-0-0-0-|-5-0-0-0-|-7-0-0-0-|
||---------|---------|---------|---------|---------|---------|
||---------|---------|---------|---------|---------|---------|
||---------|---------|---------|---------|---------|---------|
||---------|---------|---------|---------|---------|---------|
||---------|---------|---------|---------|---------|---------|

|-5-0-0-0-|-7-0-0-0-|-8-0-0-0-|-7-0-0-0-|-8-0-0-0-|-10-0-0-0-|
|---------|---------|---------|---------|---------|----------|
|---------|---------|---------|---------|---------|----------|
|---------|---------|---------|---------|---------|----------|
|---------|---------|---------|---------|---------|----------|
|---------|---------|---------|---------|---------|----------|

|-8-0-0-0-|-10-0-0-|-12-0-0-0-||
|---------|--------|----------||
|---------|--------|----------||
|---------|--------|----------||
|---------|--------|----------||
|---------|--------|----------||

Semua contoh diatas menekan nada pada hitungan pertama dari 4 hitungan (4/4). OK.. lets break that rule, kita tekan nada tiap 2 hitungan. Hasilnya seperti contoh 5.

Contoh 5
||-2-0-3-0-|-5-0-3-0-|-5-0-7-0-|-5-0-7-0-|-8-0-7-0-|-8-0-10-0-|
||---------|---------|---------|---------|---------|----------|
||---------|---------|---------|---------|---------|----------|
||---------|---------|---------|---------|---------|----------|
||---------|---------|---------|---------|---------|----------|
||---------|---------|---------|---------|---------|----------|

|-8-0-10-0-|-12-------||
|----------|----------||
|----------|----------||
|----------|----------||
|----------|----------||
|----------|----------||

Contoh 6 memperlihatkan variasi yang lain lagi. Lebih membutuhkan sedikit konsentrasi dan fingering yang lebih menantang. Kuasai !!

Contoh 6
||-0-2-3-5-|-0-3-5-7-|-0-5-7-8-|-0-7-8-10-|-0-8-10-12-||
||---------|---------|---------|----------|-----------||
||---------|---------|---------|----------|-----------||
||---------|---------|---------|----------|-----------||
||---------|---------|---------|----------|-----------||
||---------|---------|---------|----------|-----------||

Contoh 7 adalah salah satu contoh yang saya rancang untuk latihan dan pemanasan, berisi beberapa gabungan variasi diatas yang cukup menantang tetapi menarik. Kuasai, mainkan pada tiap senar, dan aplikasikan pada solo anda ketika nge-jam.

Contoh 7
||-2-0-0-0-|-3-0-0-0-|-5-0-0-0-|-7-0-0-0-|-8-0-0-0-|-10-0-0-0-|
||---------|---------|---------|---------|---------|----------|
||---------|---------|---------|---------|---------|----------|
||---------|---------|---------|---------|---------|----------|
||---------|---------|---------|---------|---------|----------|
||---------|---------|---------|---------|---------|----------|

|-12-0-10-0-|-8-0-7-0-|-10-0-8-0-|-7-0-5-0-|-8-0-7-0-|-5-0-3-0-|
|-----------|---------|----------|---------|---------|---------|
|-----------|---------|----------|---------|---------|---------|
|-----------|---------|----------|---------|---------|---------|
|-----------|---------|----------|---------|---------|---------|
|-----------|---------|----------|---------|---------|---------|

|-7-0-5-0-|-3-0-2-0-|-5-0-3-0-|-2-0-0-0-|-0-2-3-5-|-0-3-5-7-|
|---------|---------|---------|---------|---------|---------|
|---------|---------|---------|---------|---------|---------|
|---------|---------|---------|---------|---------|---------|
|---------|---------|---------|---------|---------|---------|
|---------|---------|---------|---------|---------|---------|

|-0-5-7-8-|-0-7-8-10-|-0-8-10-12-|-12-0-0-0-|-8-0-0-0-|-10-0-0-0-|
|---------|----------|-----------|----------|---------|----------|
|---------|----------|-----------|----------|---------|----------|
|---------|----------|-----------|----------|---------|----------|
|---------|----------|-----------|----------|---------|----------|
|---------|----------|-----------|----------|---------|----------|

|-7-0-0-0-|-8-0-5-0-|-7-0-3-0-|-0-2-0-3-|-0-5-0-7-|-0-7-8-0-|
|---------|---------|---------|---------|---------|---------|
|---------|---------|---------|---------|---------|---------|
|---------|---------|---------|---------|---------|---------|
|---------|---------|---------|---------|---------|---------|
|---------|---------|---------|---------|---------|---------|

|-0-5-7-0-|-0-3-5-0-|-0-2-3-0-|-7-0-0-3-|-5-0-0-2-|-0-2-3-0-||
|---------|---------|---------|---------|---------|---------||
|---------|---------|---------|---------|---------|---------||
|---------|---------|---------|---------|---------|---------||
|---------|---------|---------|---------|---------|---------||
|---------|---------|---------|---------|---------|---------||

Konsep open string seperti diatas bisa lebih dikembangkan dan di variasikan lagi. Saya serahkan pada anda untuk berkreasi. Latih tiap hari, disiplin, dan konsisten. Usahakan tiap minggu menggunakan variasi baru agar tidak membosankan. Untuk referensi anda bisa mendengarkan beberapa band Metal favorite saya yang sering menggunakan tehnik ini seperti Iron Maiden dan Helloween, baik untuk Lead, Harmony maupun Rhythm pada lagu-lagunya. Picking Forever!!


Selamat Berlatih !!

Jumat, 09 Oktober 2009

Guitar Signature Series


Jika 10 orang gitaris ditanya gitar apa yang mereka anggap paling enak soundnya dan paling nyaman untuk dimain? Kita bisa mendapatkan 10 jawaban yang berbeda. Ada yang menyebut modern rock guitar seperti seperti PRS dan Ibanez adalah yang paling oke, sebaliknya penganut big hair rock seperti saya pasti tidak jauh-jauh dari Jackson, Kramer, atau Hamer...Meskipun Dulu Saya Pernah Memakai PRS... Sementara yang menyukai classic rock pasti lebih suka dengan Fender atau Gibson, dan masih banyak lagi yang lainnya

Hal ini masih bisa diperdalam lagi dengan pertanyaan misalnya kalau suka Fender, yang seperti apa? Telecaster, Stratocaster, Jaguar, atau apa? Ini masih bisa diperdalam lagi misalnya Stratocaster yang seperti apa? Alder atau basswood untuk body? Pakai rosewood atau maple untuk freetboard? Apalagi kalau kita berbicara bentuk mau strat, explorer, flying V, telecaster atau superstrat.....?

Setiap gitaris selalu memiliki selera dan keinginan yang berbeda dengan gitar yang menurutnya dianggap paling cocok. Michael Schenker selalu memilih flying V dengan 2 humbucker apapun merek gitarnya (dulu Gibson sekarang Dean), Yngwie tetap setia dengan Fender stratocaster (dengan catatan pick upnya harus Dimarzio, karena ia tidak puas dengan pick up fendernya), Rhandy Rhoads dengan Jackson RR series, dan hampir setiap gitaris selalu punya selera masing-masing. Bahkan untuk gitar dengan jenis yang sama tetapi para gitaris tersebut bisa saja memilih tipe yang berbeda. Sebagai contoh meskipun sama-sama menggunakan stratocaster Jeff Beck dan Eric Johnson memilih tipe yang berbeda. Apa bedanya? Sabar, kita akan lihat di penjelasan yang berikut ini.

Yang menarik, hal ini dilihat oleh para pabrikan gitar di dalam maupun di luar negeri sebagai peluang untuk mengembangkan bisnis mereka. Dengan embel-embel signature series sebuah pabrikan bisa menjual sebuah gitar dengan harga 3-4 kali di atas harga normal. Padahal ongkos produksinya sendiri bisa jadi tidak akan naik setinggi itu hanya karena guitar tersebut mendapat tambahan features sesuai keingan sang pemilik signature. Di dalam tulisan ini saya akan mencoba mengulas beberapa gitar signature series yang menjadi andalan dari para gitaris maestro.

Dalam tulisan pertama ini saya akan membahas gitar-gitar yang digunakan para maestro dari Fender khususnya stratocaster, di tulisan yang berikutnya akan dibahas pula gitar-gitar signature series dari merek lainnya.

1. Yngwie Malmsteen Stratocaster

Suka guitar dan mau jadi shredder? Kalau begitu pasti kenal gitaris yang satu ini. Pernah mendapat julukan gitaris tercepat abad ini dan terkenal dengan lagu-lagu rock dengan pengaruh musik klasik dipadukan dengan petikan gitar secepat deru jet. Ia memilih Fender Stratocster sebagai the Main Axe. Yngwie menggunakan Stratocaster yang necknya di scalloped untuk memudahkan jari-jarinya bermain cepat di fret 12 keatas, lengkap dengan brass nut, dan 2 buah pick up DiMarzio YJM pickups di posisi neck and middle, serta DiMarzio HS-3 Stack di Bridge. Sebagai tambahan Yngwie memilih menggunakan large headstock, original synchronized tremolo dan aged plastic parts. Untuk freet board ia memilih dua bahan, maple dan rosewood, tergantung kepada jenis musik yang ingin dia mainkan. Dengan gitar ini ia dapat bermain super cepat dan nyawa dari classic rock yang Yngwie mainkan terasa hidup. Rock to the bone, mate!!!!!!!!!!


2. Eric Clapton Stratocaster

Eric “the slow hand” Clapton juga memilih Stratocaster sebagai tambatan hatinya.
Signature series miliknya menggunakan beberapa perlengkapan khusus seperti trio Fender Vintage Noiseless™ pickups yang dipersenjatai dengan powerful active mid-boost dan TBX circuits. Perpaduan seluruh senjata rahasia Eric Clapton ini membuat suara signature series menjadi jernih kaya dengan frequency middle dan Fender sendiri mengklaim guitar ini sebagai “one of the most versatile instruments we offer”. Features yang lainnya adalah special soft V-shaped neck dan a blocked original vintage synchronized tremolo bridge. Coba dengarkan permainan live dari Eric, jernih, halus, dan terasa lembut tanpa harus terdengar kehilangan tenaga...

3. Jeff Beck Stratocaster

Pendekar tua ini memang seorang maestro sejati, memiliki teknik tinggi, dan reputasi yang sudah teruji untuk bisa survive di beberapa decade. Sound guitar Jeff Beck sendiri sangat khas dan sangat mudah dikenali. Jangan mengaku pecinta guitar kalau tidak mengenali sound guitar Jeff Beck. Ia memilih soft C-shaped neck yang memiliki contoured heel untuk memudahkan jari-jari ajaibnya menjangkau fret-fret atas. Sedang untuk pick upnya dia menggunakan Fender Special Design dual-coil ceramic Noiseless™ pickups dan straight-ahead five-way switching. Dengan gitar ini permainan Jeff Beck menjadi sangat bertenaga dan sound yang dihasilkan juga sangat khas, lihat saja aksinya ketika ia melakukan tur bersama dengan BB King, meskipun bermain tanpa menggunakan pick hanya dengan fingering technique saja tetapi sound yang dihasilkan bening dan bersih.

4. Eric Johnson Stratocaster

Eric Johnson merancang sendiri guitar ini dengan seluruh features dan spesikasi yang
dia inginkan dengan contoured yang khas dan berbeda dengan tipe standard. Bodynya dibuat dari dua potong kayu alder yang digabungkan, sedangkan neck dan fretboardnya terbuat dari maple dengan radius 12” berbentuk V shaped dengan 21 fret. Pick guardnya diambil Eric dari Starocaster tahun 57, dan tidak lupa juga four spring vintage tremolo berwarna silver. Dengan Stratocaster hasil rancangannya sound guitar Eric menjadi sangat luar biasa, tone yang dihasikan sangat lebar dan amat jernih

5. Stevie Ray Vaughan Stratocaster

Signature series untuk SRV dibuat oleh Fender di tahun 1990an tepat beberapa saat sebelum sang maestro blues wafat. Dibuat berdasarkan Stratocaster tahun 60 dengan neck berbentuk oval, dan pao feerp fingerboard dan fret ukuran jumbo, sementar untuk pick upnya SRV memilih menggunakan Fender Texas Special™. Seluruh hardware yang digunakan berwarna emas. Dan satu lagi ciri khasnya adalah tulisan SRV di pickguard.

Minggu, 04 Oktober 2009

Basic Picking Exercise (Lesson Part 1) for Guitar


Tehnik merupakan salah satu elemen penting dalam penguasaan instrumen musik (dalam hal ini gitar). Masalah yang sering dihadapi oleh gitaris adalah sulitnya mengembangkan atau mempelajari suatu tehnik tertentu, walaupun sudah lama berlatih tetapi tetap saja masih belum mendapatkan hasil yang memuaskan. 

Bagi pemula melihat permainan gitaris professional (seperti steve vai atau yngwie malmsteen) mungkin akan takjub dan bertanya “wah.. bagaimana bisa begitu yah?? Bagaimana latihannya yah ” atau “latihan berapa tahun yah supaya bisa seperti itu”. Yang akan dibahas artikel ini adalah beberapa cara untuk memulai, menjaga, dan mengembangkan penguasaan dasar teknis bermain gitar agar nantinya dapat memudahkan kita dalam mempelajari licks atau tehnik dari gitaris tertentu bahkan untuk membuat tehnik sendiri dengan cara yang efektif. Seperti yang kita tahu, tehnik dasar gitar umumnya melibatkan fingering dan picking, dan akan kita bahas dari sangat dasar.

PICKING

Sebelum memulai latihan yang melibatkan kedua tangan, kita fokus memulai pada latihan picking dulu. Tab dibawah memperlihatkan contoh latihan dasar picking :

Contoh 1

v ^ v ^ v ^ v ^ v ^ v ^ v ^ v ^ 
||-0-0-0-0-|-0-0-0-0-|-0-0-0-0-|-0-0-0-0-||
||---------|---------|---------|---------||
||---------|---------|---------|---------||
||---------|---------|---------|---------||
||---------|---------|---------|---------||
||---------|---------|---------|---------||
ket : 
v picking kebawah
^ picking keatas

Latihan ini harus dilakukan secara konsisten, misalnya selama beberapa menit tiap hari atau sebelum bermain gitar untuk pemanasan. sederhana?? Memang.. tetapi ini latihan penting dan sangat baik untuk dilakukan oleh semua tingkatan gitaris. Untuk pemula berguna untuk membangun tehnik picking, untuk gitaris tingkat lanjut latihan ini berguna untuk menjaga dan mengembangkan picking atau untuk pemanasan. 

Contoh 2

v ^ v ^ v ^ v ^ v ^ v ^ v ^ v ^ 
||-0-0-0-0-|-1-1-1-1-|-2-2-2-2-|-3-3-3-3-||
||---------|---------|---------|---------||
||---------|---------|---------|---------||
||---------|---------|---------|---------||
||---------|---------|---------|---------||
||---------|---------|---------|---------||

Contoh 2 merupakan pengembangan contoh 1 yang dipindahkan posisi nadanya tetapi masih dalam senar yang sama, pada tab hanya tertulis sampai fret 3 tetapi bisa dilakukan sampai fret manapun. Penggunaannya bisa seperti tertulis di tab, atau bisa juga tiap bar dilakukan selama setengah menit, 1 menit atau lebih.

Contoh 3

v ^ v ^ dst..
||-0-0-0-0-|-3-3-3-3-|-5-5-5-5-|-7-7-7-7-|-9-9-9-9-|-12-12-12-12-||
||---------|---------|---------|---------|---------|-------------||
||---------|---------|---------|---------|---------|-------------||
||---------|---------|---------|---------|---------|-------------||
||---------|---------|---------|---------|---------|-------------||
||---------|---------|---------|---------|---------|-------------||

Contoh 4

v ^ v ^ dst..
||-0-0-0-0-|-5-5-5-5-|-3-3-3-3-|-7-7-7-7-|-5-5-5-5-|-9-9-9-9-||
||---------|---------|---------|---------|---------|---------||
||---------|---------|---------|---------|---------|---------||
||---------|---------|---------|---------|---------|---------||
||---------|---------|---------|---------|---------|---------||
||---------|---------|---------|---------|---------|---------||

Contoh 5

v ^ v ^ dst..
||-9-9-9-9-|-7-7-7-7-|-5-5-5-5-|-3-3-3-3-|-1-1-1-1-|-0-0-0-0-||
||---------|---------|---------|---------|---------|---------||
||---------|---------|---------|---------|---------|---------||
||---------|---------|---------|---------|---------|---------||
||---------|---------|---------|---------|---------|---------||
||---------|---------|---------|---------|---------|---------||

Contoh 6
E minor scale
v ^ v ^ dst..
||-0-0-0-0-|-2-2-2-2-|-3-3-3-3-|-5-5-5-5-|-7-7-7-7-|-8-8-8-8-||
||---------|---------|---------|---------|---------|---------||
||---------|---------|---------|---------|---------|---------||
||---------|---------|---------|---------|---------|---------||
||---------|---------|---------|---------|---------|---------||
||---------|---------|---------|---------|---------|---------||

Contoh 7
E minor scale
v ^ v ^ dst..
||-0-0-0-0-|-3-3-3-3-|-2-2-2-2-|-5-5-5-5-|-3-3-3-3-|-7-7-7-7-||
||---------|---------|---------|---------|---------|---------||
||---------|---------|---------|---------|---------|---------||
||---------|---------|---------|---------|---------|---------||
||---------|---------|---------|---------|---------|---------||
||---------|---------|---------|---------|---------|---------||

Contoh 3 merupakan variasi lain dari contoh 1 tetapi dengan perpindahan nada, contoh 4 dan 5 merupakan contoh 3 yang arah perpindahan nadanya dirubah. Dibawah ini contoh metode latihan untuk pemula yang hanya melibatkan picking, latihan ini harus dilakukan secara konsisten setiap harinya :

Contoh 1 pada senar 1 = 1 menit
Contoh 1 pada senar 2 = 1 menit
Contoh 1 pada senar 3 = 1 menit
Contoh 1 pada senar 4 = 1 menit
Contoh 1 pada senar 5 = 1 menit
Contoh 1 pada senar 6 = 1 menit

Untuk selanjutnya metode latihan bisa dikembangkan menjadi suatu grup per-senar, contoh satu paket seperti :

Contoh 1 pada senar 1 = 1 menit
Contoh 2 pada senar 1 = 1 menit
Contoh 3 pada senar 1 = 1 menit

Kemudian lanjutkan grup latihan diatas untuk tiap senar berikutnya. Dari sini kita sudah belajar bagaimana membuat konsep latihan sendiri. Tugas anda adalah buat latihan seperti diatas dengan variasi bentuk yang lain kemudian lakukan latihan tersebut untuk tiap senar pada gitar anda. Buatlah variasi latihan sebanyak-banyaknya agar tidak pernah kehabisan bahan latihan, dan direkomendasikan tiap minggu sekali kita menggunakan bentuk latihan yang berbeda. Untuk membuat variasi bisa dilakukan dengan cara : 

1. pilih nada dengan cara tertentu, contohnya nada yang hanya ada titik pada fretboard (contoh 3,4, dan 5), nada yang berjarak 1 fret (contoh 2), 2 fret, 4 fret, atau jika sudah mengerti tangga nada / scale bisa juga diterapkan disini (contoh 6).
2. atur arah perpindahan nadanya, seperti pada contoh 4 dan 5 terhadap contoh 3.

Kreatif dan gunakan imajinasi agar latihan selalu bisa lebih variatif. Lakukan dengan benar dan tidak perlu terburu-buru karena latihan ini akan butuh waktu, yang penting disiplin.


Selamat Berlatih !!

Sabtu, 03 Oktober 2009

Picture of the day

Klinik Bass


Bass 8 Dan 12 Senar 
Seperti pernah sedikit kita bahas pada Klinik Musik NM edisi 14 tahun 2009 lalu, bass 8 senar dimaksud untuk mendapatkan nada ganda. Nada ganda di sini adalah nada dari bass standar dan nada dari senar tambahan yang satu oktaf lebih tinggi. Dengan demikian pemain dapat memainkan dua nada sekaligus, persis seperti ada dua pemain yang bermain bass dan gitar.
Bass jenis ini memang dimaksud untuk mengatasi kekosongan suara akibat kurangnya suara gitar. Hal ini dimungkinkan oleh sebuah band yang hanya memiliki seorang gitaris. Jadi pada saat gitaris tersebut melakukan lead, ia tidak bisa sekaligus memainkan rhythm. Maka bunyi rhythm gitar akan lenyap dari komposisi lagu. 
Dengan menggunakan bass 8 senar, kekosongan tersebut bisa dieliminir oleh sang bassist. Paling tidak ia bisa menghasilkan satu nada dari gitar yaitu nada dasarnya. Cara itu kadang dianggap lebih praktis daripada harus 'mempekerjakan' seorang gitaris lagi. Walaupun tentunya memiliki banyak kelemahan seperti sound yang tidak mungkin bisa persis, terutama pada efek distortion-nya. 
Tetapi ada kalanya juga bass 8 senar dianggap belum mencukupi kebutuhan. Hal itu dikarenakan nada tambahan yang dihasilkan hanya satu buah. Jadi tidak bisa membentuk chord seperti layaknya gitar yang minimal melakukan power chord dengan dua nada. Oleh sebab itu, beberapa pabrikan bass sperti Hamer dan Warwick kemudian mengandakan lagi senar-senar bass-nya menjadi 12 senar.
Dengan begitu cara bermainnya pun jadi agak berubah sedikit. Pemain tidak bisa lagi menekan senar dengan ujung jarinya, karena ia harus menekan tiga senar sekaligus. Jadi ia harus menekan dengan menggunakan ruas pertama jarinya. Apalagi jika ia menggunakan bass Warwick yang jarak antarsenarnya lebih lebar ketimbang produknya Hamer. 
Senar tambahannya sendiri juga tidak bisa dipilih senar yang persis sama dengan senar gitar. Karena ada perbedaan panjang scale pada bass dan gitar. Pada bass, scale standar adalah 34” sedangkan pada gitar 25,5”. Jadi senar gitar dengan ukuran standar akan membutuhkan tensi atau ketegangan yang keras sekali untuk mencapai nada yang diinginkan. Jika disetem dengan ketegangan biasa tentu nadanya akan terdengar sangat rendah.
Ada senar khusus yang memang dibuat untuk bass-bass macam ini. Tetapi produksinya amat terbatas seperti juga bass-nya sendiri. Tidak semua distributor yang menjual bass macam itu juga menjual senarnya. Apalagi di Indonesia sini, mungkin kita harus memesannya di luar negeri dahulu. Itupun juga kalau barangnya ready stock.
Solusinya memang dipakai senar gitar biasa, dengan tentunya memperhatikan perbedaan panjang scale tadi. Misalnya senar gitar ukuran .052 (kira-kira) tetap masih terlalu keras disetem untuk mencapai nada E. Maka pakai saja senar .042 (ini juga tergantung settingnya) yang sebenarnya untuk senar A, dipasang berdampingan dengan senar bass E dan untuk mencapai nada E pula.

Selasa, 29 September 2009